Thursday, August 6, 2009

Accent-er ( Hyundai Accent Club Indonesia )

Accent-er (Klub Mobil Hyundai Accent di Indonesia)Lahir Dari Banyaknya Masalah.
Bukan karena broken home ataupun karena kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), yang membuat klub ini terlahir. Namun karena banyaknya masalah sederhana yang dialami oleh anggota klub ini sendiri. Mulai dari maintenance, trouble shooting hingga modifikasi mobil Accent, yang tidak bisa mereka selesaikan sendiri. 

Asal mulanya sebenarnya dari milis yang pengguna mobil bertipe sama yaitu Hyundai Accent. Kalau di Indonesia Hyundai Accent berubah wujud menjadi bermacam-macam varian, yaitu Accent, Cakra, Verna, New Accent hingga Avega dan New Avega. Jenis mobil ini ternyata mempunyai sekelumit masalah yang tidak banyak orang tahu cara penanganan tepatnya bagaimana.Melalui milis yang terbentuk pada akhir tahun 2004 silam, maka para pengguna mid sedan yang satu ini sepakat untuk bergabung dan mencari solusi agar mereka dapat menangani secara tepat kerusakan pada mobil mereka. Melalui jalan berdiskusi dan sharing informasi, akhirnya anggota yang tergabung dalam milis tersebut sepakat untuk membentuk sebuah klub bernama Accent-er.

“Jadi awalnya itu karena banyaknya problematika yang terjadi pada jenis mobil ini. Kami sendiri, sebenarnya sangat menginginkan wadah seperti klub yang mempunyai aturan dan tata tertib sendiri. Agar kita menjadi lebih solid dan bisa mencari alternatif pemecahan masalah yang lebih dalam dengan teman-teman. Hingga akhirnya pada 30 Juli 2008, Accent-er resmi berdiri dengan persetujuan dari anggota milis,” ungkap Kalvin selaku ketua umum terpilih Accent-er.

“Adapun visi dan misi kami mendirikan klub ini adalah sebagai wadah bertukarpikiran bagi para pengguna mobil Hyundai Accent, apakah itu seputar masalah yang ada ataupun sebatas untuk melakukan modifikasi pada mobil masing-masing. Selain itu kami juga mendapat dukungan yang kuat dari Hyundai Motor Indonesia (HMI). Semoga Accent-er ini bisa berbuat lebih untuk kemajuan industri otomotif di Indonesia,” pungkas Kalvin kemudian. 

No comments:

Post a Comment